← WIRESdesk Indonesia
Ekonomi / Energi

Indonesia menargetkan E20 dalam dua tahun: mengapa 2 juta hektare tebu menjadi kunci

Pemerintah menargetkan bahan bakar bensin dengan 20% etanol dalam dua tahun dan meminta persiapan sekitar 2 juta hektare lahan tebu serta industri pengolahannya.

Pemerintah Indonesia menargetkan produksi bensin campuran etanol 20 persen atau E20 dapat disiapkan dalam dua tahun. Dalam rapat terbatas 16 September, Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Pertanian menyiapkan rencana lahan tebu dan BPI Danantara menyiapkan sisi industrinya.

Angka yang paling menonjol adalah sekitar 2 juta hektare lahan tebu. ANTARA melaporkan lahan itu diminta disiapkan sebagai basis bahan baku etanol. Target ini menunjukkan bahwa tantangan E20 bukan sekadar mencampurkan etanol ke bensin: pasokan bahan bakunya harus tersedia dalam skala sangat besar dan stabil.

Rantai ekonominya sederhana: tebu menghasilkan gula dan molase; bahan berpati atau bergula dapat difermentasi menjadi etanol; etanol kemudian dicampur dengan bensin. Menaikkan campuran sampai 20 persen berarti kebutuhan etanol domestik ikut melonjak.

Karena itu ada tiga bottleneck yang perlu dipantau: produktivitas tebu per hektare, kapasitas pabrik etanol, dan logistik dari kebun ke fasilitas pengolahan lalu ke jaringan bahan bakar. Luas lahan saja tidak menjamin volume etanol jika produktivitas atau kapasitas industri tertinggal.

Pemerintah menyampaikan target ini sebagai bagian dari strategi energi dan pengurangan ketergantungan impor. Namun biaya, kebutuhan lahan, persaingan dengan produksi gula, harga etanol dan kesiapan kendaraan akan menentukan seberapa cepat program bisa benar-benar masuk ke pasar.

Dua tahun adalah target kebijakan, bukan kepastian teknis. WIRESdesk akan memperbarui wire ini ketika pemerintah menerbitkan detail kapasitas produksi, lokasi proyek, standar bahan bakar dan jadwal implementasi.

Pertanyaan yang paling penting berikutnya adalah berapa liter etanol yang dibutuhkan untuk E20 secara nasional dan apakah produksi domestik yang direncanakan cukup untuk menutup kebutuhan itu tanpa menekan pasokan gula.

Artinya, berita ini bukan hanya soal bahan bakar. Ia juga menyentuh pertanian, investasi industri, harga pangan, impor energi dan penggunaan lahan dalam satu rantai yang sama.

Sumber

Lanjutkan wire ini

1.637 lokasi lebih dari 60 hari tanpa hujan: mengapa risiko karhutla Indonesia naik sekarang

BMKG mencatat 81% zona musim telah masuk kemarau dan 1.637 lokasi mengalami lebih dari 60 hari tanpa hujan. Kondisi kering memperbesar peluang karhutla bertahan dan meluas.

Modifikasi cuaca untuk karhutla: apa yang bisa dilakukan — dan apa batasnya

BNPB melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah tanpa batas waktu tetap. Teknologi ini bergantung pada potensi awan dan bukan pengganti pemadaman darat atau udara.

Komdigi memberi 25 PSE tenggat 22 September: apa yang bisa terjadi jika mereka tidak mendaftar

Komdigi menyurati 25 penyelenggara sistem elektronik privat dan memberi tenggat sampai 22 September 2026 untuk memenuhi kewajiban pendaftaran.