← WIRESdesk Indonesia
Iklim / Teknologi

Modifikasi cuaca untuk karhutla: apa yang bisa dilakukan — dan apa batasnya

BNPB melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah tanpa batas waktu tetap. Teknologi ini bergantung pada potensi awan dan bukan pengganti pemadaman darat atau udara.

BNPB pada 11 September menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Tengah dan sekitarnya akan terus dilakukan secara berkelanjutan tanpa terikat batas waktu dan batas administratif yang kaku. Kebijakan itu muncul karena risiko karhutla tetap tinggi di tengah periode kering yang panjang.

Istilah modifikasi cuaca sering terdengar seperti kemampuan membuat hujan kapan saja. Kenyataannya lebih terbatas. Operasi membutuhkan kondisi atmosfer dan awan yang sesuai. BMKG sendiri menegaskan bahwa pelaksanaan OMC sangat bergantung pada ketersediaan potensi awan.

Secara operasional, bahan semai dilepaskan ke awan yang memiliki karakteristik tertentu agar proses pembentukan atau pertumbuhan presipitasi dapat didorong. Jika tidak ada awan yang memadai, ruang untuk intervensi juga terbatas. Karena itu OMC tidak dapat diperlakukan seperti tombol hujan.

Dalam karhutla, hujan membantu meningkatkan kelembapan bahan bakar, mendinginkan permukaan dan mendukung pemadaman. Tetapi pada gambut yang sudah membara dalam, hujan singkat di permukaan belum tentu cukup untuk memadamkan seluruh lapisan panas. Tim darat tetap perlu melakukan pembasahan dan pendinginan di lokasi.

BNPB juga menyiagakan aset udara lain untuk patroli dan water bombing. Pembagian fungsi penting: patroli mencari dan memverifikasi titik, water bombing menyerang kebakaran dari udara, tim darat menangani perimeter dan pendinginan, sementara OMC mencoba memperbaiki kondisi meteorologis bila atmosfer memungkinkan.

Efektivitas operasi harus dinilai dari kondisi spesifik, bukan dari apakah hujan turun di satu kota tertentu. Awan bergerak, target operasi dapat berubah dan tujuan bisa berupa peningkatan hujan di daerah tangkapan atau area prioritas, bukan menghasilkan hujan merata di seluruh provinsi.

Bagi warga, keberadaan OMC bukan alasan untuk menurunkan kewaspadaan. BNPB dan BMKG tetap meminta pencegahan pembakaran terbuka, pemantauan hotspot dan kesiapsiagaan terhadap asap. Teknologi ini adalah salah satu lapisan respons, bukan jaminan bahwa risiko kebakaran telah hilang.

Kondisi September 2026 menunjukkan mengapa batas ini penting. Ketika atmosfer secara luas kering dan El Niño kuat, peluang awan yang dapat dimanfaatkan tidak selalu tersedia. Semakin kering atmosfer, semakin sulit mengandalkan satu instrumen saja.

Sumber

Lanjutkan wire ini

Enam provinsi menjadi prioritas karhutla: apa yang sedang dilakukan BNPB

BNPB memusatkan operasi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi dan Sumatera Selatan dengan pemadaman darat dan udara serta modifikasi cuaca.

1.637 lokasi lebih dari 60 hari tanpa hujan: mengapa risiko karhutla Indonesia naik sekarang

BMKG mencatat 81% zona musim telah masuk kemarau dan 1.637 lokasi mengalami lebih dari 60 hari tanpa hujan. Kondisi kering memperbesar peluang karhutla bertahan dan meluas.

Asap karhutla tidak hanya mengganggu pandangan: PM2.5 adalah ancaman kesehatan utama

Kementerian Kesehatan memperingatkan paparan PM2.5, karbon monoksida dan polutan lain dari asap karhutla. Anak, lansia, ibu hamil dan pasien komorbid termasuk kelompok paling rentan.